GDM merupakan
Pupuk Bio Organik Cair yang di hasilkan dari bahan-bahan organik dan bakteri
yang diperlukan oleh tanaman.
bahan-bahan GDM :
G
|
DM terbuat dari bahan-bahan alami dari
alam dan diproses melalui teknologi proses bioteknologi ramah lingkungan.
Selain itu GDM mempunyai keunggulan dimana bakteri yang digunakan di dalam
proses pembuatan GDM adalah bakteri hasil penemuan seorang professor dari China
yang sudah melewati penelitian selama bertahun-tahun.
Berikut ini adalah bahan-bahan utama yang diperlukan dalam
pembuatan GDM :
- Kotoran ternak
- Tumbuhan
- Ikan
- Tulang-tulang ternak
- Limbah organik
- Rumput laut
- Darah hewan
- Minyak hewani
- Alga
- Bakteri
Semua bahan yang diperlukan untuk
pembuatan GDM merupakan bahan yang “segar” dimana bahan-bahan tersebut
didapatkan setiap harinya dan langsung diproses sehingga tidak terjadi proses
pembusukan yang memungkinkan masuknya sumber-sumber penyakit. Dengan
menggunakan bahan-bahan pilihan maka GDM mampu memberikan hasil yang lebih baik
dan terjamin.
Bakteri – Bakteri Di GDM
Bakteri
Bakteri merupakan unsur penting di
dalam GDM hal ini dikarenakan dengan adanya bakteri-bakteri di dalam GDM maka
akan mempengaruhi kemampuan GDM di dalam pertumbuhan tanaman dan perbaikan
unsur-unsur di dalam tanah. Setiap bakteri mempunyai fungsi masing-masing yang
berbeda dan mempunyai cara kerja yang lain pula. Bakteri yang terkandung dalam
GDM adalah 80 persen bakteri gram positif. Bakteri dalam GDM juga bersifat
apatogen (tidak patogen) sehingga sangat aman untuk lingkungan.
Cara Kerja Bakteri yang ada dalam
GDM
1. Sebagai Biofertilizer (pupuk bio / bakteri yang 100
persen organik dan ramah lingkungan).
Bakteri yang ada dalam GDM berfungsi
sebagai penambat Nitrogen (N) / Nitrogen Fixation dari udara, sebagai
penghasil siderophores yang berfungsi untuk menguraikan zat besi
dalam tanah sehingga dapat digunakan / diserap oleh akar tanaman dan juga
sebagai pengurai mineral dalam tanah seperti fosfat, kalium dan sebagainya agar
mudah diserap oleh akar tanaman. Semua unsur yang disediakan alam dan
dibutuhkan oleh tanaman akan secara alami disupplai ke tanaman melalui akar.
2. Sebagai Agen Hayati Pengendali
HAMA (biocontrol agent / immunomodulator).
Bakteri
yang ada dalam GDM juga mampu mengendalikan penyakit tanaman yang
disebabkan oleh bakteri (contoh: Xanthomonas sp.) dan jamur (contoh: Fusarium
sp.). Penyakit tanaman ditekan melalui perlawanan sistematis yang
di-induksi melalui produksi enzim anti jamur oleh bakteri. Dan nantinya akan
memberikan antibodi pada tanaman untuk bisa lebih tahan terhadap hama penyakit
susulan. Juga memberikan resistensi lebih terhadap serangan hama serangga
(wereng, walang sangit, dll) serta mereduksi efek negatif yang telah disebabkan
oleh serangan hama terserbut.
3. Sebagai penghasil phythohormones
(zat perangsang tumbuh alami).
Zat perangsang tumbuh (ZPT) sangat
diperlukan untuk tanaman dalam proses vegetatif maupun generatif. Oleh
karena itu, GDM juga dilengkapi dengan bakteri penghasil ZPT alami yang disebut
dengan phythohormones. Jenis phytohormones yang dihasilkan
adalah auxins (auksin / IAA / Indole-3 Acetic Acid), cytokinin (sitokinin),
gibberellins (giberelin) dan ethylene. Auksin berfungsi
sebagai hormon pertumbuhan batang. Sitokonin merupaka hormon pertumbuhan akar
dan daun. Giberelin merupakan hormon yang berfungsi untuk mempercepat
perkecambahan dari bibit. Ethylene merupakan hormon sangat berpengaruh pada
fase generatif dimana merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang
percepatan kematangan buah pada tanaman.
4. Sebagai bioremediasi
tanah (bioremediation / soil detoxification).
Bakteri
yang ada dalam GDM mampu untuk menguraikan unsur-unsur yang merugikan tanah
atau mencemari tanah secara bertahap dan berkala. Unsur-unsur sintesis kimia
dan logam berat termasuk yang mampu diuraikan. Pemakaian GDM secara teratur
akan membantu pemulihan kondisi tanah yang tercemar baik secara phytoremediation
dan secara rizhoremediation
Dengan komposisi yang lengkap dalam sebuah produk GDM,
maka diharapkan agar petani lebih dimudahkan dalam proses bertani dan juga
menghemat banyak biaya-biaya pertanian lainnya.
Bakteri yang terdapat pada GDM
Berikut ini daftar varian bakteri
yang terdapat pada GDM:
- Bacillus Brevis
- Bacillus Pumillus
- Bacillus Mycoides
- Klebsiella Oxytoca
- Pseudomonas Alcaligenes
- Pseudomonas Mallei
- Micrococcus Roseus
Keunggulan GDM
- 100% Organik, dalam arti tidak menggunakan sedikitpun unsur kimia baik dalam bahan dan proses pembuatannya.
- Meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami (bukan hasil sintesis buatan).
- Daya tahan tanaman terhadap penyakit meningkat (baik untuk pembibitan / membuat bibit unggul yang cepat tumbuh dan tahan penyakit).
- Menunjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan lebih baik dalam penyerapan nutrisi.
- Meningkatkan hasil produksi tanaman.
- Meningkatkan proses fotosintesis.
- Ramah lingkungan.
- Biaya petani semakin hari semakin turun.
- Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
- Menggunakan bakteri import yang tidak dimiliki oleh pupuk organik lainnya.
- Harga yang cukup ekonomis.
Contoh tanaman/tumbuhan sebagai berikut :
1.
Padi
2.
Lapangan
Golf
3.
Tumbuhan
Cengkeh
4.
Pohon
Sengon
5.
Tumbuhan
Tembakau
6.
Melon
7.
Pare

0 komentar:
Posting Komentar